Call us now +6221 348 35291

Hotline +62821 1218 0088

Poin-poin Perubahan ISO 9001:2015

    Poin-poin Perubahan ISO 9001:2015

    Saat ini ISO 9001 telah memasuki revisi yang kelima yakni ISO 9001 : 2015 dan telah dipublikasikan pada tanggal 23 September 2015. Beberapa persyaratan ditambahkan pada versi 2015, hal ini semakin menyempurnakan sistem yang dimiliki oleh ISO 9001 versi 2008.  

     

    Jadi tujuan utama dari standar ISO 9001 adalah meningkatkan kepuasan pelanggan dan mutu produk dan melakukan continual improvement(peningkatan keberlanjutan) agar perusahaan semakin maju.

     

    Ada beberapa poin-poin perubahan ISO 9001:2015, yaitu :

    1. Klausul Bertambah

    ISO 9001:2008 memiliki 8 klausul sedangkan ISO 9001:2015 memiliki 10 klausul. Bila diperhatikan, struktur klausul ISO 9001:2015 lebih rapi karena telah dikelompokkan dengan baik. Berikut perbandingannya:

    ISO_9001_2008_VS_ISO_9001_2015_copy

    1. Prinsip ISO 9001 Berkurang

    ISO 9001:2008 memiliki 8 prinsip adapun ISO 9001:2015 memiliki 7 prinsip. Berikut perbandingan 8 prinsip IS0 9001:2008 dengan 7 prinsip ISO 9001:2015:

    7_quality_management_principles_copy

    1. Istilah baru untuk dokumen

    Pada ISO 9001:2008, dibedakan antara dokumen mutu (documents) dan rekaman mutu (records). Pada ISO 9001:2015 keduanya disebut sebagai informasi terdokumentasi (documented informati0n). Dengan penggabungan istilah ini, organisasi diberikan kebebasan dalam menentukan informasi terdokumentasi yang dibutuhkan. Tidak lagi dipersyaratkan harus dalam bentuk prosedur (seperti 6 prosedur wajib).

     

    1. Tidak Ada Prosedur Wajib

    ISO 9001:2015 sepertinya berupaya untuk menghilangkan kesan bahwa penerapan ISO 9001 hanya bertumpu pada pembuatan SOP atau prosedur saja. ISO 9001:2015 tidak lagi terlalu mementingkan dokumen. ISO 9001:2015  berorientasi kepada proses. Meskipun, keberadaan sistem dokumentasi tetap diperlukan. Hanya saja disederhanakan menjadi “Informasi terdokumentasi”.

     

    1. Manual Mutu Tidak Wajib

    Banyak yang merasa manual mutu hanyalah dokumen formalitas yang tidak memberi manfaat tambahan. Oleh karena itu, keberadaan manual mutu di ISO 9001:2015 tidak wajib. Ini bukan berarti manual mutu yang sudah dibuat harus dihapus. Kita masih boleh menggunakannya bila dibutuhkan.

     

    1. Management Representative Tidak Harus Ada

    ISO 9001:2015 tidak mewajibkan keberadaan management representative yang harus ditunjuk secara resmi. Ini bisa jadi agar penerapan ISO 9001 diharapkan tidak hanya bertumpu pada seorang penanggug jawab saja. Setiap orang, khususnya penanggung jawab dari setiap bagian / divisi / departemen memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.

     

    1. Tidak ada pengecualian klausul (exclution)

    ISO 9001:2008 membolehkan pengecualian salah satu dari klausul atau subklausul 7 bila ada peraturan yang tidak relevan. Tidak ada satupun klausul ISO 9001:2015 yang secara tegas menjelaskan tentang kebolehan mengecualikan salah satu klausul ISO 9001:2015.

     

    1. Mengganti Istilah Preventive Action dengan Risk Management

    Ini salah satu unsur perubahan yang paling signifikan dari ISO 9001:2015. Istilah tindakan pencegahan kini diganti dengan cakupan yang lebih luas, yaitu manajemen resiko.

     

    1. Membedakan Istilah Produk dan Jasa

    Produk menurut ISO 9001:2008 bisa berupa barang dan jasa sebagaimana yang tercantum pada klausul 3 Istilah dan Definisi:

    Bila di seluruh naskah Standar Internasional ini di temukan istilah “produk” , ia dapat juga berarti “jasa

    Pada versi ISO 9001:2015, keduanya dibedakan untuk memberikan batasan yang jelas antara barang dengan jasa.

     

    1. Mengganti beberapa Istilah 

    Ada beberapa istilah yang diganti pada versi ISO 9001:20015. Diantaranya:

    1. “supplier” diganti dengan “external provider”
    2. “Purchased Product” diganti dengan “Externally provided products and services”
    3. “Work Environment” diganti dengan “Environment for the operation of the process”

    Bila dilihat, perubahan istilah tersebut bertujuan agar istilah yang digunakan tidak terkesan hanya berkaitan dengan barang saja tetapi juga termasuk jasa. Perubahan istilah ini bukan berarti perusahaan yang telah menerapkan ISO 9001:2008 wajib mengganti istilah yang ada. Istilah yang sudah ada masih bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Gallery